Kamis, 03 Juli 2014
On 19.06 by cermin in Artikel No comments
FAKTOR-FAKTOR
PERTIMBANGAN
1.
Pensinyalan (signalling) adalah suatu prosedur / protokol yang harus
dilaksanakan terlebih dahulu sebelum pengiriman informasi dimulai
2.
Transmisi; Media transmisi harus efisien dan dapat melayani berbagai jenis
alat.
•
Karakteristik
transmisi :
a. lebar frekuensi yang dapat ditampung
–
redaman
–
daya
yang dapat ditampung
–
waktu
yang dibutuhkan
3. Cara
Penomoran; Penomoran harus unik dan mengikuti
rekomendasi /
persetujuan dari pihak tertentu
4. Cara
Menyalurkan Hubungan (routing); Menentukan policy (kebijaksanaan)
bagaimana suatu hubungan akan dilaksanakan
5. Cara
Menghitung Biaya (tarif); Menentukan struktur harga bagi jasa pelayanan yang harus
dibayarkan.
TRANSMISI
DATA ANALOG DAN DIGITAL
Secara
kasar analog dan digital keduanya adalah kontinu dan diskrit.Dan keduanya
sering digunakan dalam komunikasi data. Dan sekurang-kurangnya ada 3 bagian
yaitu :
1. Data; Didefinisikan sebagai entity yang
mengandung sesuatu arti
2.
Signalling;
Pen-sinyal-an, adalah tindakan penyebaran sinyal melalui suatu medium yang
sesuai.
3.
Transmisi; Adalah
komunikasi dari data dengan penyebaran dan pemrosesan sinyal
Data
1. Data
analog
Data analog
diperoleh pada nilai-nilai continuous dalam beberapa interval.
Contoh :
suara, video, temperatur, tekanan, dll.
2. Data
digital
Data
digital didapat pada nilai-nilai discrete.Contoh : text dan integer.
SINYAL
LISTRIK
1.
Sinyal analog
Adalah sinyal yang sifatnya
seperti gelombang, selalu sambung menyambung dan tidak ada perubahan yang tiba-tiba
antara bagian-bagian sinyal tersebut.Penyaluran data banyak dilakukan dengan
sinyal analog.Merupakan gelombang elektromagnetik yang berubah-ubah secara
continuous yang menjalar melalui suatu media, tergantung pada spektrumnya.

2.
Sinyal digital
Adalah sinyal yang sifatnya
pulsa, terputus-putus / terjadi perubahan yang tiba-tiba antara bagian-bagian
sinyal tersebut.Sistem komputer bekerja dengan sinyal ini.Merupakan
serangakaian pulsa tegangan yang dapat ditransmisikan melalui suatu medium
kawat.
Data digital dapat juga
dijadikan sinyal analog dengan memakai modem (modulator / demodulator)
sedangkan data analog dapat dijadikan sinyal digital dengan memakai codec
(coder-decoder).


Data dan
Sinyal
Data analog
dapat merupakan sinyal analog.Demikian pula, data digital dapat merupakan
sinyal digital.
1. Data
analog, sinyal analog
Merupakan fungsi terhadap waktu
dan mempunyai spektrum frekuensi terbatas untuk masing-masing data. Dapat
dipresentasikan oleh sinyal elektromagnetik yang mempunyai spektrum sama.
2. Data
digital, sinyal digital
Dipresentasikan oleh sinyal
digital dengan beda level tegangan untuk masing-masing 2 binari digit. Dan
dapat dipresentasikan oleh sinyal analog dengan menggunakan sebuah modem.
Transmisi
:
1.
Transmisi analog
adalah suatu upaya mentransmisi sinyal analog tanpa memperhatikan muatannya;
sinyal-sinyalnya dapat mewakili data analog atau data digital. Untuk jarak yang
jauh dipakai amplifier yang akan menambah kekuatan sinyal sehingga menghasilkan
distorsi yang terbatas, tetapi akan menikkan noise / gangguan.
2. Transmisi
digital, berhubungan
dengan muatan dari sinyal. Untuk mencapai jarak yang jauh dipakai repeater yang
menghasilkan sinyal sebagai '1' atau '0' sehingga tidak terjadi distorsi
Transmisi
Data
Transmisi
data terjadi antara transmiter (pemancar / pengirim) dan receiver (penerima)
melalui beberapa media transmisi.
•
Hardwire / kawat keras / guided media; Media yang dituntun karena gelombang-gelombang
dituntun melalui jalur fisik.
•
Softwire / kawat lunak / unguided media; Media yang tidak dituntun, menyediakan suatu
device untuk mentransmisi gelombang elektromagnetik tetapi tanpa menuntunnya,
melalui udara, hampa udara dan air laut.
Direct
link / transmisi
data melalui sambungan langsung, menyatakan arah transmisi antara dua device
dimana sinyal disebarkan langsung dari transmitter ke receiver dengan tanpa
device perantara (amplifier atau repeater yang dipakai untuk meningkatkan
kekuatan sinyal)
Terminologi
Transmisi Data :
•
Point to point;
Direct link antara dua device, dan hanya 2 peralatan sama-sama memakai media.

•
Multipoint;
Konfigurasi multipoint dimana dapat lebih dari dua device pada medium yang
sama.

JENIS-JENIS
MEDIA TRANSMISI
Keberhasilan
Transmisi Data tergantung
pada :
•
Kualitas
signal yang ditransmisikan
•
Karakteristik
media transmisi
•
Kawat terbuka / open wire
•
Kabel jalin ganda / twisted pair cable; Terdiri dari dua isolasi kawat tembaga yang
diatur dalam suatu spiral yang terlindungi. Gulungan ini meminimkan
interferensi antar kabel. Digunakan untuk dipakai pada sistem telephone, untuk
jarak yang jauh dengan data rate 4 Mbps atau lebih, biaya murah. Mempunyai
bandwidth terendah. Twisted pair memiliki dua jenis yaitu unshielded dan
shielded. Unshielded twisted pair (UTP) berupa kabel telepon biasa.
Shielded twisted pair (STP) memiliki kinerja yang lebih baik pada rate data
yang lebih tinggi.
•
Kabel coaxial; Terdiri dari konduktor cilinder rongga luar yang mengelilingi suatu
kawat konduktor tunggal, kedua konduktor dipisahkan oleh bahan isolasi.
Digunakan untuk transmisi telephone dan televisi jarak jauh, television
distribution (TV kabel), local area networks, short-run system links.
•
Lebih
mahal daripada twisted pair. Tidak mudah terkena noise bila dibandingan dengan
twisted pair sehingga dapat digunakan secara efektif pada frekuensi-frekuensi
tinggi dan data rate yang tinggi, untuk transmisi analog yang jauh, dibutuhkan
amplifier setiap beberapa kilometer sedangkan untuk transmisi digital,
diperlukan repeater setiap kilometer.
•
Fiber optik / serat optik adalah suatu medium fleksibel tipis yang mampu menghantarkan sinar ray.
Berbagai kaca dan plastik dipakai untuk membuatnya. Bandwidth yang lebih besar
jika dibandingkan kabel koaksial atau twisted pair, attenuation yang lebih
rendah, digunakan untuk local loops, local area networks. Paling kuat / tahan
terhadap keadaan alam.
•
Mikrowave / gelombang mikro; Untuk memperoleh transmisi dengan jarak yang
jauh, digunakan gedung-gedung relay microwave yang diseri dan point to point
microwave yang dirangkai bersama sesuai dengan jarak yang diinginkan, digunakan
antena parabolik, digunakan untuk telekomunikasi jarak jauh, transmisi suara
dan televisi, local networks, local data distribution. Dibandingkan dengan
kabel koaksial, jarak antar amplifier atau repeater lebih jauh.
•
Transmisi satelit Adalah stasiun relay microwave yang digunakan untuk merangkai dua atau
lebih transmitter / receiver dari ground-based microwave yang dikenal sebagai
stasiun bumi, setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah band
frekuensi yang disebut channel transponder atau transponder saja. Digunakan
untuk television distribusion, paling luas digunakan diseluruh dunia; memakai
teknologi DBS (Direct Broadcast Sattelite) dimana sinyal video dari
satelit ditransmisikan langsung ke rumah-rumah, transmisi telepon jarak jauh,
private business networks, digunakan sistim VSAT (Very Small Aperture
Terminal) untuk menekan biaya
•
Infra red / sinyal infra merah
•
Gelombang radio; Perbedaan dengan microwave bahwa radio adalah segala arah sedangkan
microwave adalah terfokus. Dengan demikian tidak diperlukan antena berbentuk
parabola dan tidak perlu diletakkan pada jurusan yang tepat, digunakan pada
band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi,
untuk komunikasi data digital digunakan packet radio. Paling terpengaruh
oleh hujan, petir dan keadaan alam.
Mode Transmisi
•
Transmisi
Serial; Data dikirimkan 1 bit demi 1 bit lewat kanal komunikasi yang telah
dipilih.
•
Transmisi
Paralel; Data dikirim sekaligus misalnya 8 bit bersamaan melalui 8 kanal
komunikasi, sehingga kecepatan penyaluran data tinggi, tetapi karakteristik
kanal harus baik dan mengatasi masalah “Skew” yaitu efek yang terjasi pada
sejumlah pengiriman bit secara serempak dan tiba pada tempat yang dituju dalam
waktu yang tidak bersamaan.
Dalam transmisi serial harus ada sinkronisasi /
penyesuaian antara Tx dan Rx, yang berfungsi sebagai :
•
Sinkronisasi bit; Supaya penerima mengetahui dengan tepat bilamana sinyal yang
diterimanya merupakan bit dari suatu data.
•
Sinkronisasi karakter; Supaya penerima mengetahui dengan tepat bilamana sinyal yang diterimanya
merupakan bit data yang membentuk sebuah karakter.
•
Sinkronisasi blok; Supaya penerima mengetahui dengan tepat bilamana sinyal yang
diterimanya merupakan bit data yang membentuk sebuah blok data.
Mode Transmisi berdasarkan cara sinkronisasi :
1. Asinkron
¢ Pengiriman data dilakukan 1 karakter
setiap kali, sehingga penerima harus melakukan sinkronisasi agar bit data yang
dikirim dapat diterima dengan benar
¢ Trasmisi keccepatan tinggi
¢ 1 karakter dengan yang lainnya tidak
ada waktu antara yang tetap
¢ Bila terjadi kesalahan maka 1 blok
data akan hilang
¢ Membutuhkan start pulse / start bit
(tanda mulai menerima bit data)
¢ Idle transmitter = ‘1’ terus
menerus, sebaliknya ‘0’
¢ Tiap karakter diakhiri dengan stop
pulse / stop bit
¢ Dikenal sebagai start-stop
transmission

Mode
Transmisi berdasarkan
cara sinkronisasi :
2. Sinkron
¢ Pengiriman dilakukan per-blok data
¢ Sinkronisasi dilakukan setiap sekian
ribu bit data
¢ Transmisi kecepatan tinggi
¢ Tiap karakter tidak memerlukan bit
awal / akhir
¢ Dibutuhkan 16-32 bit untuk
sinkronisasi
¢ Bila terjadi kesalahan, 1 blok data
akan hilang
¢ Pemakaian saluran komunikasi akan
efektif, karena transmisi hanya dilakukan bila dimiliki sejumlah blok data
¢ Pengirim dan penerima bekerja sama,
karena sinkronisasi dilakukan dengan mengirimkan pola data tertentu (karakter
sinkronisasi) antara pengirim dan penerima.
3. Isokron
¢ Merupakan kombinasi antara asinkron dan
sinkron
¢ Tiap karakter diawali dengan start bit dan
diakhir data ditutup dengan stop bit, tetapi pengirim dan penerima
disinkronisasikan
Metode
Transmisi
menurut
definisi ANSI :
1. Simplex
¢ Sinyal ditransmisi dalam satu arah
¢ Stasiun yang satu bertindak sebagai
transmitter dan yang lain sebagai receiver, tugasnya adalah tetap.
¢ Jarang digunakan untuk sistem komunikasi
data
2. Half
Duplex
¢ Sinyal ditransmisikan ke dua arah
secara bergantian
¢ Kedua stasiun dapat melakukan
transmisi tetapi hanya sekali dalam suatu waktu
¢ Terdapat “turn around time”
(waktu untuk mengubah arah)
3. Full
Duplex
¢ Sinyal ditransmisikan ke dua arah
secara simultan / bersamaan
¢ Medium membawa dalam dua arah pada
waktu yang sama.
KARAKTERISTIK
terdiri
dari dua macam arus :
1. DC (Direct
Current)
} Jarang digunakan
} Untuk jarak dekat
} Kecepatan dibawah 300 bps
2. AC (Alternating
Current)
} Sering digunakan
} Untuk jarak jauh
} Untuk kecepatan tinggi
Kecepatan transmisi tergantung pada lebar frekuensi /
bandwidth. Yang terdiri dari :
1. Kecepatan transmisi serial; Satuannya
adalah bps (bit per-second), tetapi data yang diterima belum mempunyai
arti sebelum mencapai jumlah bit tertentu.
2. Kecepatan transmisi paralel; Satuannya
adalah kps (karakter per-second), karena jalur komunikasi = banyaknya
jumlah bit per karakter.
3. Baud per-second (bps) dimana 2 bit =
1 baud; Variasinya 110, 300, 600, 1200, 2400, 4800, 9600 bps
TRANSMISI
} Berdasarkan bandwidth, kanal
digolongkan menjadi :
1. Broadband Channel
} Untuk sinyal berfrekuensi tinggi
} Digunakan untuk gelombang mikro,
kabel koaksial dan serat optik
2. Voice Grade Channel
} Dial up
} Private line
} Menggunakan frekuensi 300 – 3000 Hz
3. Subvoice channel
} Menggunakan kecepatan transmisi
dibawah 600 bps
4. Telegraph channel
} Menggunakan kecepatan transmisi 45 -
75 bps
Tabel Spectrum Electromagnetic
|
Frequency Band
|
Name
|
|
3 – 10 KHz
|
ELF
Extremely Low Frequency
|
|
10 – 30 KHz
|
VLF
Very Low Frequency
|
|
30 – 300 KHz
|
LF
Low Frequency
|
|
300 – 3000 KHz
|
MF
Medium Frequency
|
|
3 – 30 MHz
|
HF
High Frequency / Short wave
|
|
30 – 300 MHz
|
VHF
Very High Frequency
|
|
300 – 3000 MHz
|
UHF
Ultra High Frequency /
Microwave
|
|
3 – 30 GHz
|
SHF
Super High Frequency
|
SINYAL
PERIODIK
Sinyal merupakan fungsi dari :
- Waktu /
time domain
- Kontinu,
jika lim s(t) = s(a), untuk seluruh t Þ a
harga a,
tidak ada patahan dalam sinyal itu.

- Diskrit,
jika s(t+T) = s(t) -¥< t < +¥, apabila diambil hanya pada
harga-harga tertentu saja.

SIFAT
TERPENTING DALAM SINYAL PERIODIK
Sinyal dapat dinyatakan sebagai fungsi waktu ataupun sebagai fungsi
frekuensi.
1. Amplitudo = A
Ukuran
sinyal pada waktu tertentu, sinyal berupa gelombang elektrik / elektromagnetik
sehingga diukur dalam volt.
2. Frequency = f
Berbanding
terbalik terhadap periode (1/T) atau banyaknya pengulangan periode / jumlah
gelombang per-detik yang dipresentasikan dalam putaran perdetik (Hz atau cycles
per second) atau ukuran dari jumlah berapa kali seluruh gelombang berulang.
3. Phase = q
Ukuran
dari posisi relatif terhadap waktu dengan tidak melewati periode tunggal dari
sinyal.
Bila
dinyatakan suatu gelombang sinusoidal (gelombang nomor 1) sebagai :
s(t) = A sin (2p f1 t + q)
maka : A adalah amplitudo
maksimum
f1 adalah frekuensi
q adalah phase
Frekuensi
/ frequency domain
Dari gambar penjumlahan komponen frekuensi tersebut dapat dilihat bahwa :
frekuensi kedua merupakan suatu perkalian integral dari frekuensi pertama
sehingga frekuensi akhir dinyatakan sebagai frekuensi utama
periode total sinyal sama dengan periode dari frekuensi utama; periode
dari sin(2p f1t)
adalah T=1/f1 dan periode dari s(t) juga T.
Jadi semua sinyal apapun dapat dibuat dari komponen-komponen frekuensi,
dimana tiap-tiap komponen adalah gelombang sinusoidal.Hal ini dikenal dengan analisis
Fourier.
Istilah
Spektrum, Bandwith, DC Component
Spektrum
; Suatu range yang berisikan frekuensi atau daerah frekuensi yang dapat
dimuati.
Lebar
Pita / Bandwidth Absolute; Lebar dari spektrumnya
DC
component; Jika suatu sinyal termasuk suatu komponen frekuensi
nol, dimana komponen tersebut adalah dc (arus searah) atau komponen konstan.
Hubungan
antara kecepatan data (data rate) dengan lebar pita (bandwidth)
adalah :
Medium
transmisi apapun yang dipakai akan menyesuaikan dengan band frekuensi yang
terbatas. Hal ini menyebabkan data rate yang dapat melewati medium transmisi
terbatas.
Hubungan
data rate dan bandwidth didapat bahwa pengurangan / penambahan bandwidth akan
menyebabkan pengurangan / penambahan data rate dengan faktor pengurangan /
penambahan yang sama. Jika kecepatan sinyal besar, maka lebar pita menjadi besar.
Contoh
diinginkan bandwidth 4 MHz, jika f1 = 10 cycles/sec= 1 MHz,
maka :
- bandwidth :
s(t) = sin ((2p x 106
)t) + 1/3 sin ((2p x 3 x 106
)t)+ 1/5 sin ((2p x 5 x 106
)t)
= (5 x 106 ) - 106
= 4 MHz
-
periode :
T=1/106 = 1 sec (karena f1 = 10 , T=1/f1)
Jika gelombang ini terdiri dari bit string '1' dan '0' maka tiap bit
terjadi setiap 0,5 sec sehingga data rate : 2 x f1 = 2 x 10 = 2
Mbps; dengan demikian bandwidth 4 MHz, data ratenya 2 Mbps.
Kekuatan Sinyal / signal strength
¢
Sinyal ditransmisikan sepanjang medium, maka sinyal
tersebut akan kehilangan attenuation (pelemahan) kekuatan sinyal. Cara
mengatasinya dengan meletakkan amplifier di beberapa titik untuk memperbesar
kekuatan sinyal (gain).
¢
Mempresentasikan gain, losses dan level
relatif dalam decibel, karena :
Kekuatan sinyal sering ditulis dalam logaritma, sehingga loss sangat
mudah diekspresikan dalam decibel yang mempunyai satuan logaritmit. Gain dan
loss dalam aliran lintasan transmisi dapat dihitung, dijumlahkan dan dikurangkan
dengan mudah.
dB /
Desibel :
¢
Adalah ukuran dari perbedaan 2 level kekuatan /
tenaga, (ukuran beda relatif bukan absolut), yaitu :
Digunakan juga untuk mengukur beda tegangan karena tenaga sebanding
dengan kuadrat voltage, karena :
P = V2/R
dengan : P = tenaga
yang melalui tahanan R; V =
tegangan yang melalui tahanan R
R = tahanan
Maka : NdB = 10 log10 (P2/P1)
= 10 log10
{(V22/R) / (V12/R)}
= 20 log10
(V2/V1) maka NdB = 10 log10 (P2/P1)
dengan : NdB = nomor desibel; P1,2 = tenaga; log10
= logaritma berbasis 10
contoh : sebuah sinyal dengan p = 10 mW dialirkan melalui jalur transmisi
dan pada suatu jarak tertentu harganya menjadi 5 mW, maka :
Loss (dB) = 10 log10 (5
mW / 10 mW)
= 10 (-0,3)
= - 3 dB
dBW /
DesibelWatt :
Secara intensif digunakan dalam pemakaian mikrowave, dimana harga 1 Watt
sebagai referensi dan didefinisikan sebagai
0 dBW (1 W = 0 dbW).
Maka : Tenaga(dBW)
= 10 log {Tenaga(W) / 1W}
Contoh : tenaga 1000 W
adalah 30 dBW, karena :
Tenaga (dBW) = 10 log {1000 W / 1W}
=
10 x 3
=
30 dBW dan tenaga 1 mW = -30 dBW
dBmV /
DesibelmilliVolt :
Secara intensif digunakan dalam pemakaian video, dimana harga 1 mV
sebagai referensi dan didefinisikan sebagai 0 dBmV (1 mV = 0 dbmV).
Maka : Voltage
(dBmV) = 20 log {Voltage(mV) / 1mV}
Level voltage
diumpamakan dalam tahanan 75W
Sehingga desibel baik sekali untuk menentukan gain / loss total dalam
sebuah sistem.
Contoh pada
sambungan point to point yang terdiri dari jalur transmisi dengan amplifier
tunggal, maka jika : loss jalur porsi I = 13 dB, gain pada amplifier = 30 dB,
loss jalur porsi II = 40 dB, maka gain totalnya = -13 dB + 30 dB – 40 dB = - 23
dB (tanda (-) menunjukan bukan terjadi gain / penguatan tetapi telah terjadi
loss.
Data dan
Sinyal
Kapasitas
channel (kanal) menyatakan kecepatan yang mana data dapat ditransmisikan melalui
suatu path komunikasi yang diberikan, atau channel, dibawah kondisi-kondisi
tertentu yang diberikan.
Ada empat konsep disini yang akan dihubungan satu sama lain :
1. Data
rate : adalah kecepatan, dalam bit per second (bps), dimana data dapat
berkomunikasi.
2.
Bandwidth : adalah bandwidth dari sinyal transmisi yang dimiliki oleh transmitter
dan sifat dasar medium transmisi, dinyatakan dalam cycles per second, atau
hertz.
3. Noise : level
noise rata-rata yang melalui path komunikasi.
4. Error
rate : kecepatan dimana error dapat terjadi.
Sumber : Materi Kampus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cari aje!
Popular Posts
-
X.25 Salah satustandar protocol yang paling banyakdipergunakanadalah X.25, yang barudisetujuipadatahun 1976 telahmengalamibeberapa ...
0 komentar:
Posting Komentar