"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kamis, 03 Juli 2014

OSI

On 19.19 by cermin in    No comments


X.25

Salah satustandar protocol yang paling banyakdipergunakanadalah X.25, yang barudisetujuipadatahun 1976 telahmengalamibeberapa kali revisi.Standarinimemilikitiga level protocol, yakni:
Level fisik
Level jalur
Level packet
X.25 adalah protocol yang mendefinisikanbagaimana computer (device) padajaringan public yang berbeda platform bisasalingberkomunikasi.  Protocol yang sudahdistandarisasioleh International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T).

Ketiga level tersebutberkaitandengantigalapisanterendah model OSI. Level fisikmenyangkut interface di antarasuatu station (komputer, terminal) danjalur yang terhubungke station tersebutdengansimpul packet-switching. Device pada X.25 initerbagimenjaditigakategori:
Data Terminal Equipment (DTE),
Data Circuit-terminating Equipment (DCE) serta
Packet Switching Exchange (PSE).
Device yang digolongkan DTE adalah end-system seperti terminal, PC, host jaringan (user device). Sedang device DCE adalah device komunikasiseperti modem dan switch.  Device inilah yang menyediakan interface bagikomunikasiantara DTE dan PSE.  Adapun PSE ialah switch yang yangmenyusunsebagianbesar carrier network
Lapisan-lapisan X.25
Layer 1:
Physical Layer bekerjadenganelektrisatausinyal.  Didalamnyatermasukbeberapa   standarelektronikseperti is V.35 , RS232 and X.21.
Layer 2:
Data Link Layer, pada X.25 diimplementasikan ISO HDLC standar yang disebut Link Access Procedure  Balanced (LAPB) danmenyediakan link yang bebas error antaradua node yang secarafisikterkoneksi.  Error iniakandicekdandikoreksipadatiap hop pada network.
Fasilitasinilah yang membuat X.25 handal, dancocokuntuk link yang noisy, cenderung  punyabanyak error.
Protocol modern seperti Frame Relay atau ATM tidakpunya error correction danhanyamemiliki basic flow control.  Merekamerngandalkanprotokolpada level yang lebihtinggiseperti TCP/IP untukmenyediakan flow control dan end-to-end error correction.


Layer 3:
Network Layer yang mengaturkomunikasi end-to-end antardevice DTE.  Layer ini  mengurus set-up danmemutuskoneksisertafungsi routing danjuga multiplexing.

VIRTUAL CIRCUIT X.25
Sebuah virtual circuit adalahkoneksi logical yang dibuatuntukmenjaminkonektivitasantaradua network device.  Sebuah virtual circuit menandaisebuah path logical duaarahdarisebuah DTE ke device laindalamsebuahjaringan X.25.
    X.25 membuatbeberapa user DTE padajaringan X.25 untukberkomunikasidengabeberapa DTE lainsecarasimultan.  Hal inidimungkinkankarena X.25 mempunya circuit logical tadi.


Frame Relay
Proposal awalmengenaiteknologi Frame Relay sudahdiajukanke CCITT semenjaktahun 1984, namunperkembangannyasaatitutidaksignifikankarenakurangnyainteroperasidanstandarisasidalamteknologiini.Perkembanganteknologiinidimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, danStrataCommembentuksuatukonsorsium yang berusahamengembangkan frame relay.Selainmembahasdasar-dasarprotokol Frame Relay dari CCITT, konsorsiuminijugamengembangkankemampuanprotokoliniuntukberinteroperasipadajaringan yang lebihrumit.Kemampuanini di kemudianharidisebut Local Management Interface (LMI).


KeuntunganFrame Relay
Frame Relay adalahprotokol packet-switching yang menghubungkanperangkat-perangkattelekomunikasipadasatu Wide Area Network (WAN).ProtokolinibekerjapadalapisanFisikdan Data Link pada model referensi OSI. Protokol Frame Relay menggunakanstruktur Frame yang menyerupai LAPD, perbedaannyaadalah Frame Header pada LAPD digantikanoleh field header sebesar 2 bits pada Frame Relay.


Kuncipositifteknologiiniadalah:
Sirkuit Virtual hanyamenggunakanlebar pita saatada data yang lewat di dalamnya, banyaksirkuit virtual dapatdibangunsecarabersamaandalamsatujaringantransmisi.
- Kehandalansalurankomunikasidanpeningkatankemampuanpenanganan error padaperangkat-perangkattelekomunikasimemungkinkanprotokol Frame Relay untukmengacuhkan Frame yang bermasalah (mengandung error) sehinggamengurangi data yang sebelumnyadiperlukanuntukmemprosespenanganan error.
FORMAT Frame Relay
Format Frame Relay terdiriatasbagian-bagiansebagaiberikut:
a. Flags
Membatasiawaldanakhirsuatu frame.Nilai field iniselalusamadandinyatakandenganbilanganhexadesimal 7E atau 0111 1110 dalam format biner. Untukmematikanbilangantersebuttidakmunculpadabagian frame lainnya, digunakanprosedur Bit-stuffing dan Bit-destuffing.
b. Address
Terdiridaribeberapainformasi:
Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiridari 10 bita, bagianpokokdari header Frame Relay danmerepresentasikankoneksi virtual antara DTE dan Switch Frame Relay. Tiapkoneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.
Extended Address (EA), menambahkemungkinanpengalamatantransmisi data denganmenambahkan 1 bit untukpengalamatan
C/R, menentukanapakah frame initermasukdalamkategoriPerintah (Command) atauTanggapan (Response)
FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasijumlah frame yang dibuangkarenaterjadinyakongesti di jaringantujuan
BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasijumlah frame yang mengarahke switch FR tersebuttetapidibuangkarenaterjadinyakongesti di jaringanasal
Discard Eligibility, menandai frame yang dapatdibuangjikaterjadikongesti di jaringan

Format Frame Relay terdiriatasbagian-bagiansebagaiberikut:
c. Data
Terdiridari data pada layer di atasnya yang dienkapsulasi.Tiap frame yang panjangnyabervariasiinidapatmencapaihingga 4096 oktet.
d. Frame Check Sequence
Bertujuanuntukmemastikanintegritas data yang ditransmisikan.nilaiinidihitungperangkatsumberdandiverifikasiolehpenerima.
X-25 dan Frame Relay

Protokol X-25
Kelebihan, ada 2 macampaketyaitu :
1. Paket data (dari user)
2. Paketuntuk set-up dan clearing
oUkuranpakettetap
oProtokolmenetapkanprosedur
(set-up,transferdan clearing)
o Ada error control
o Ada fasilitas fast-select
 Frame relay
SinkrondibandingkandengansistemPaket X-25
Kelebihan :
- Proses lebihcepat (kecepatan 2 Mbps – 100 Mbps)
- Panjangpaketvariabel
- Lebihflexibel (262-1600 oktet)

Kekurangan :
- Kontrolkurangpadasetiapsentral
- Tidakadakoreksidankontrolaliran di sentral

ATM (Asynchronous Transfer Mode)

ATM :suatuteknologipacket switching (virtual circuit) berkecepatantinggi yang dapatmelayanisemuajenislayanansepertisuara, data, gambar, dan video dalamsuatujaringan digital yang terintegrasi.
ATMjugabiasadisebutprotokoljaringan yang berbasissel, yaitupaket-paketkecil yang berukurantetap.
ATM jugamendukungkomunikasi broadband
Karakteristik ATM

Menggunakanpaketyangpendekberukurantetap (53 byte) yangdisebutsel ATM (48 byte digunakansebagai byte informasidan 5 byte sebagai header)
Mendukungberbagaijenistrafik
Data, suara, gambar, video
Mode real-time dan non real-time
Transmisisecaraconnection oriented
MemilikikemampuanQoS (Quality of Service)
Bandwidth on demand
High speed network: 25 Mbps – 2,5 Gbps
Switching via hardware
Memilikiskalabilitasimplementasi
LAN, MAN, hingga WAN

LAYER PADA ATM
AAL: Layer Adaption ATM, memiliki 2 sub Layer:
Convergence Sublaye (CS) :SublayerKonvergasi; Indentifikasipesan, pemulihan Clock
Segmentation And Reassembly (SAR) :Segmentasi Dan Perakitanulang; SegmentasidanpenghimpunankembaliInformasi layer yang lebihtinggi
2.         Layer ATM; Berfungsisebgai Flow control, penerjemahan VPI/VCI, Multipleksdandemultiplekssel, PengelolaanQoS (Qality of Service), F4 dan F5.
Layer Fisik, memiliki 2 sub layer antara lain:
Transmission Convergence (TC): KovergensiTransmisi; Decoupling rate sel, Pembangkitandanverifikasiverifikasi header HEC, Delineasisel, pengembalian frame transmisi, pembangkitandanpemulihan frame transmisi.
 Physical Media (PM) : Media fisik; Pewaktuan bit, Pengkodean line dan Media  fisik

3 LAYANAN ATM
a. Permanent Virtual Circuits (PVC)
PVC mirip leased channel, tidakmemerlukan setup sebelum transfer data
b. Switched Virtual Circuits (SVC)
SVC miriphubungantelepon, yang memerlukanpensinyalan (danwaktu) sebelum transfer data
c. Connectionless
Switch pada ATM merupakankomponen yang paling pentingpadajaringan ATM, dikarenakan switch pada ATM berfungsimelakukan transit sel-sel ATM. Operasi di dalam switch meliputi routing, queuing dantranslasi header.

ISDN ( Integrated Services Digital Network)         
Sebelum terciptanya ISDN, ada juga beberapa jaringan konvensional yang digunakan dalam masyarakat, yaitu:
Jaringan Telepon (PSTN = Public Switched Telephone Network)
Jaringan komunikasi data (PDN = Public Data Network)
Jaringan Telex(PSTX)
Jaringan-jaringan konvensional ini digabungkan menjadi jaringan digital yang terintegrasi dengan cara mendigitalisasi jaringan konvensional tersebut, kemudian jaringan-jaringan yang telah memenuhi konsep Integrated Digital Network diintegrasikan sehingga pada akhirnya kita dapat mengintegrasikan semua jaringan konvensional ini menjadi sebuah jaringan terpadu yang memiliki konsep digital sampai ke pengguna akhir.
Melihat langkah-langkah penggabungan diatas, dapat disimpulkan bahwaIDNmerupakan asal mula terciptanya ISDN. Awalnya, telepon jaringan menggunakan kawat ataukabel untuk sarana koneksinya.
Namun pada permulaan tahun 1960-an, sistem telepon ini mulai dikonversi dari sistem analog menggunakan kabel, ke sambungan paket sistem digital. Asal mula munculnya ISDN pita lebar bermula ketika pembuatan trial broadband rampung pada jaringan lokal Bigfon di Berlin pada tahun 1984 hingga kemudian pada tahun yang sama penggunaaan ISDN mulai disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi ini dimulai oleh CCITT (sekarang ITU), yaitu sebuah organisasi dibawah naungan PBB yang menangani bidang standardisasi telekomunikasi.

ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasidi mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah.
Para pemakai juga memiliki akses standar melalui satu set interface pemakai jaringan multiguna standar. ISDN merupakan sebuah bentuk evolusiteleponlocal loop yang memepertimbangkan jaringan telepon sebagai jaringan terbesar di duniatelekomunikasi.
Di dalam ISDN terdapat dua jenis pelayanan, yaitu:
Basic Rate Inteface (BRI)
Primary Rate Interface (PRI)

Keuntungandan Model Jaringan ISDN
Keuntungan ISDN
1. ISDN menawarkan kecepatan dan kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lebih cepat disbanding PSTN
2. Efisien. Delam satu saluran saja dapat mengirim berbagai jenis layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktu
3. Fleksibel. Single interface untuk terminalbervariasi
4. Hemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal untuk audiodan video
Model Jaringan ISDN
1. Model Konvensional. Pada masa ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses ke masing-masing jaringan untuk tiap keperluan layanan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
2. Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork dari ISDN yang dilengkapi dengan sebuah set saluran dan protokoluntuk mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu jaringan dengan tetap meminta layanan yang berbeda ke sistem yang juga masih berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yang sama. Hanya sistemnya saja yang masih berbeda.
3. Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat satu jalur akses yang sama. Sebab sistem ISDN menyediakan dan telah dapat melayani segala jenis pelayanan yang berbeda-beda





KOMPONEN ISDN
Sistem ISDN terdiri dari lima buah komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya, yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network Termination, Line Termination, dan Local Exchange.


Fitur ISDN
Ada beberapa fitur layanan utama yang ditawarkan oleh sistem ISDN. Yaitu:
1. Bearer Service.
Bearer Service merupakan layanan awal dan dasar yang diperuntukkan bagi pengguna yang baru bergabung dengan jaringan ISDN. Pengguna baru akan mendapatkan layanan dasar ini begitu mendaftar sebagai pelanggan ISDN. Bearer Service menyediakan layanan transfer mode,transfer rate, dan transfer capability. Layanan ini menunjukkan dan menjelaskan karakteristik jaringan transmisiyang ditawarkan oleh operator penyedia jaringan antara terminal pengguna dan jaringan.
2. TeleService
TeleService adalah layanan yang pada dasarnya telah diberikan dari awal oleh jaringan ISDN, namununtuk menggunakannya harus didukung dari peralatan atau terminal pengguna. Jika pengguna masih menggunakan peralatan standar, maka layanan TeleService ini tidak dapat digunakan.
3. Supplementary Service
Supplementary Service adalah layanan tambahan yang disediakan oleh jaringan ISDN ke pengguna, namun dalam mengaksesnya, pengguna dibebankan biayatambahan ketika mengaktifkan layanan ini. Supplementary Service digunakan bersama dengan layanan dasar jaringan ISDN.

ISDN Di Indonesia
Aplikasilayanan ISDN di Indonesia disediakanoleh PT Telkom.ISDN merupakanhasilevolusidari PSTN. Proses evolusiinidilakukandenganpelayananberbasis PSTN, kemudianberubahkepelayanan SMDS, sampaiakhirnyapelayanan ISDN dan Broadcast-ISDN.

LAYANANISDN Di Indonesia
Direct Dialling In. telepon yang tersambungkejaringan PSTN/ISDN dapatsecaralangsungmemanggilpesawatcabang STLO.
 Call Diversion. Pelanggan yang tidakdapatmenerimapanggilandapatmengalihkanpanggilannyakenomor lain ataukelayananpenjawab (answering service)
 Do Not Disturb. Pelanggan yang memangsengajatidakinginmenerimapanggilanuntuksuatuperiodewaktutertentudapatmengalihkanpanggilannyakenomor lain.
PBX Line Hunting Service.Seleksiotomatisdarisuatubundelsaluran yang melayanipelanggankenomordirektoriumumpelanggantersebut.
 Three Party Service. Pelanggan yang sedangmelakukanpercakapantelepondapatmenahanpercakapannyadanmelakukanpanggilandenganpihakketiga.
Freephone. Sebuahnomorkhususdapatdialokasikankepadapelanggandanbebanatassetiappanggilan yang dilakukankepadanomorinibiayanyadibebankankepadapelanggan, bukankepadapihak yang memanggil.
 Speed Dialling. Pelanggandapatmelakukanpanggilanhanyadenganmemutarsuatukodesingkatatassebuahnomortertentu yang sudahdisetdantidakperlumemutarseluruhnomorlengkap.
 Call Waiting. Pelanggan yang sedangmelakukanpercakapandiberikantandabahwaadapanggilanmasuklainnya.
 Centrex Service. Layananiniumumnyahanyaterdapatpada PABX denganmenggunakansentraltelepon PSTN/IDN yang diperlengkapsecarakhusus.
 Malicious Call Identification. Pelanggandapatmemintaidentifikasipanggilan yang diterimanya.

0 komentar: