Kamis, 03 Juli 2014
On 19.29 by cermin in Artikel No comments
PERANGKAT
KERAS KOMUNIKASI DATA
Perangkat keras untuk komunikasi data :
Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi
dengan jalur telepon untuk menerima dan menyalurkan data ke dan dari komputer
yang letaknya berjauhan sekali dan dibedakan :
DCE = Data Communication Equipment
Peralatan digunakan untuk menyalurkan informasi antar
lokasi
DTE = Data Terminal Equipment
Peralatan tempat informasi masuk dan keluar diatur
bagi pemakai maupuncomputer
PERANGKAT KERAS KOMUNIKASI DATA
DCCU = Data Communication Controller Unit
Sistem yang
mengatur hubungan dengan peralatan komunikasi data. Dan merupakan bagian
integral yang baku dari sistem komunikasi data sehingga tidak dapat
diidentifikasi secara terpisah.
Bertugas :
1. membentuk antarmuka antara system I/O bus dan modem
2. mengendalikan sinyal antarmuka modem dan konversi
level sandi sinyal agar sesuai dengan antarmuka
3. mengubah data yang akan dikirimkan menjadi sinyal
serial dan sebaliknya
4. melakukan pengujian kesalahan (parity, longitudinal /
BCC)
5. mengatur error recovery dengan mekanisme retry
6. melakukan sinkronisasi karakter baik dengan cara start
/ stop maupun dengan karakter SYN
7. melakukan bit sinkronisasi untuk controller asinkron
8. mengendalikan prosedur dengan melacak karakter
transmision control, dll
Termasuk DCCU : I/O Controller dan pengendali terminal. Terminal
adalah lokasi dalam jaringan tempat informasi masuk dan keluar.
Beberapa macam terminal yang umum :
• Keyboard - printer
• Keyboard - video display
• Line Printer
3 FUNGSI
KENDALI I/O
a.
Kendali masukan (input control)
Bila komputer mempunyai informasi yang harus
disalurkan ke terminal, ia akan mengirimkan sinyal ke kendali masukan. Kemudian
akan menyimpannya dalam buffer dan kalau perlu mencetaknya. Informasi umumnya
diterima secara serial dan dirakit ke
dalam bentuk yang sesuai dengan konversi paralel.
b.
Kendali keluaran (output control)
Adanya buffer untuk menyimpan informasi memungkinkan
terminal mengirimkan informasi ke komputer sekaligus. Jadi setelah menerima
sinyal dari komputer, data akan dikirimkan secara serial ke komputer.
c.
Pemeriksaan kesalahan (error checking).
• Validity
checking.
Suatu karakter dianggap sah bilamana susunan bitnya sesuai dengan
konfigurasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Tiap karakter harus berisikan jumlah bit yang sama.
• Redundancy
checking.
Bit dan karakter dapat diselipkan ke dalam berita untuk mendapatkan
pariti. Peranti keluaran memberikan pariti sedangkan masukan memeriksa pariti.
• Polynomial
checking.
Polynomial merupakan fungsi matematik yang membuat konstan dari pola bit
informasi.
PENGENDALI TERMINAL
Pengendali terminal adalah suatu alat yang melakukan semua hal yang dilakukan oleh I/O controller.
Tugas Pengendali Terminal :
·
Sinkronisasi,
pengujian kesalahan; Kendali dan perintah I/O; Menyimpan karakter untuk
sementara; Multiplexing; Pemeriksaan status; Perakitan (assembly) / pembongkaran (diassem-bly);
Memeriksa kecepatan
Disamping
tugasnya mirip dengan
I/O controller, tugas yang lain adalah :
·
Menyimpanan
karakter untuk sementara; Multiplexing :
memungkinkan pengendali terminal melayani sekaligus sejumlah masukan
dan keluaran; Status uji, untuk
mengetahui status remote terminal; Fungsi assembly /
diassembly, untuk mengubah bentuk
paralel menjadi serial dan sebaliknya;
Pemeriksaan kecepatan remote terminal
JENIS PERANGKAT KERAS KOMUNIKASI DATA
a.
Terminal
Alat yang melayani proses input/output. Dalam
menyampaikan data ke DCE,
DTE menggunakan salah satu cara sebagai berikut :
·
Asinkron
Dengan menggunakan start/stop
bit. Digunakan untuk terminal yang menerima data dalam bentuk karakter dan langsung berhubungan dengan manusia,
kecepatannya tidak begitu tinggi.
·
Sinkron
Blok data yang dikirim berupa berita (teks) yang terdiri atas
sejumlah karakter. Kecepatannya tinggi.
·
Paket
Data dikirim dalam bentuk paket yang
terdiri atas sejumlah bit yang telah ditentukan banyaknya.
Kecepatan tinggi. Digunakan hanya
apabila komputer
disambungkan ke jaringan data
(data network).
CONTOH TERMINAL
·
Teletypewriter
Seperti mesin tik, mempunyai keyboard dan
printer, digunakan untuk saluran
dengan kecepatan rendah, tidak
dapat diprogram dan biasanya tidak mempunyai buffer.
·
VDT
/ VDU (Video Display Terminal/Unit)
Disebut juga
CRT (Cathode Ray Tube) atau monitor, ada
2 jenis :
§ Alfanumerik : untuk menam-pilkan karakter
§ Grafik : untuk menampilkan gambar.
·
RJE
(Remote Job Entry Terminal)
Untuk saluran
berkecepatan tinggi, jumlah data yang
ditransfer biasanya besar. Melakukan pekerjaan dengan sistem batch.
·
Transaction
Terminal
Digunakan untuk
sistem enquiry, penjualan dan sebagainya. Biasanya dikendalikan oleh
komputer.
·
Terminal
Cerdas (Intelligent Terminal)
Mempunyai
kemampuan melakukan tugas-tugas secara sederhana.
b.
Komputer
Komputer (processor) dalam komunikasi data dibutuhkan
untuk mengolah data secara cepat dalam
sistem real time. Komputer pusat (host computer) sering masih melayani sinyal
terminal walaupun sebagian besar tugas
telah diambil oleh data comunication controller sehingga dapat
mengurangi efesiensi pengolahan data. Untuk mengatasinya digunakan front end
processor. General purpose computer dirancang untuk pengolahan data, karena itu
untuk tugas komunikasi data sebaiknya diberikan oleh terminal yang dikenal dengan
"terminal cerdas" atau juga stored program terminal.
3 MACAM PENGGUNAAN CENTRAL
KOMPUTER
·
Stand Alone
Bertugas melaksanakan komunikasi data yang tertentu
seperti dengan beberapa macam terminal khusus dan dilengkapi dengan perangkat
lunak komunikasi data.Tekanan utamanya pada komunikasi data bukannya pada
pengolahan data. Dikenal juga sebagai sistem stored program control.
·
General Purpose Computer
Dengan
penambahan perangkat keras
tertentu komputer ini dapat
melayani komunikasi data terbatas.
·
Front End Processor ( FEP )
Melayani semua kegiatan komunikasi data, sedangkan
pengolahan data diserahkan ke pusat (central computer).
BEBERAPA FEP YANG DIKENAL
·
Hardwired.
Melakukan tugasnya dibawah
kendali program komunikasi yang
tersimpan dalam komputer pusat. Jenis ini kurang fleksibel sehingga
pemakaiannya makin berkurang.
·
Programmable Front End Processor ( PFEP ).
1.
Emulator
Sistem kerjanya seperti hardwired, tetapi tidak banyak membantu pusat karena
sebagian tugasnya masih dilakukan oleh pusat.
2.
Stored-Program
Membantu komputer pusat dalam hal execution time dan memori internalnya.
MULTIPLEXING
Multiplexing : rangkaian yang memiliki banyak input tetapi hanya 1
output dan dengan menggunakan sinyal-sinyal kendali, kita dapat mengatur
penyaluran input tertentu kepada outputnya, sehingga memungkinkan terjadinya
transmisi sinyal yang banyak melalui media tunggal. (penggabungan 2 sinyal atau
lebih untuk disalurkan ke dalam 1 saluran komunikasi).
Keuntungannya :
1. host hanya butuh satu port I/O untuk n terminal
2. hanya satu line transmisi yang dibutuhkan
3. menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi
4. memanfaatkan sumberdaya seefisien mungkin
5. Menggunakan kapasitas saluran semaximum mungkin
6. Karakteristik permintaan komunikasi pada umumnya
memerlukan penyaluran data dari beberapa
terminal ke titik yang sama
3 TEKNIK MULTIPLEXING
1. frequency-division multiplexing (FDM)
2. time-division multiplexing (TDM)
3. statistical time-division multiplexing (STDM)
Pemilihan FDM, TDM dan STDM
ditentukan oleh :
·
kapasitas
kanal,
·
harga
peralatan
·
konfigurasinya.
FREQUENCY-DIVISION
MULTIPLEXING
Frequency Division
Multiplexing (FDM)
Adalah mux yang paling umum dan banyak dipakai, dengan menumpuk sinyal pada
bidang frekuensi. Data yang dikirimkan akan dicampur berdasarkan frekuensi.
Banyak digunakan pada pengiriman sinyal analog. Data tiap kanal dimodulasikan dengan FSK untuk voice grade channel.
FDM disebut
"code transparent"
artinya sistem sandi yang
dipakai oleh data
tidak memberi pengaruh. FDM
dapat beroperasi secara
full duplex 2 atau 4 kawat. Contoh FDM adalah pada penggunaan radio dan
TV
Enam sumber sinyal dimasukkan ke dalam suatu
multiplexer, yang memodulasi tiap sinyal ke dalam frekuensi yang berbeda (f1,...,f6).
Tiap sinyal modulasi memerlukan bandwidth center tertentu disekitar frekuensi
carriernya, dinyatakan sebagai suatu channel. Sinyal input (analog / digital)
akan ditransmisikan melalui medium dengan sinyal analog. Contohnya yaitu
transmisi full-duplex FSK (Frequency Shift Keying), broadcast dan TV kabel.
FREQUENCY-DIVISION
MULTIPLEXING
TIME-DIVISION MULTIPLEXING
Time-division Multiplexing
(TDM) adalah
Pengiriman data dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tersebut
dikirimkan. Digunakan untuk transmisi sinyal digital, bit data dari terminal
secara bergantian diselipkan diantara bit data dari terminal lain. Pemancar dan
penerima harus sinkron agar masing-masing penerima menerima data yang ditujukan
kepadanya. TDM hanya digunakan untuk
komunikasi titik ke titik (point to point). TDM lebih efesien daripada FDM
karena 1 saluran komunikasi telepon dapat dipakai sampai dengan 30 terminal sekaligus.
Sinyal digital yang banyak (sinyal analog yang membawa
data digital) melewati transmisi tunggal dengan cara pembagian (=interlaving)
porsi yang dapat berupa level bit atau dalam blok-blok byte atau yang lebih
besar dari tiap sinyal pada suatu waktu. Pada TDM, penambahan peralatan
pengiriman data lebih mudah dilakukan karena tidak akan mempengaruhi peralatan
yang sudah ada sampai pada batas-batas tertentu.
TIME-DIVISION MULTIPLEXING
TDM yang umum dikenal adalah PCM. Terdapat 4 metode
untuk coding amplitudo yaitu :
·
PAM
(Pulse Amplitudo Modulation)
·
PPM
(Pulse Position Modulation)
·
PCM
(Pulse Code Modulation)
·
PDM
(Pulse Duration Modulation)
STATISTICAL TIME-DIVISION
MULTIPLEXING
Perkembangan terakhir dari tehnik
multiplexing ialah Statistical Time Division
Multiplexing (STDM) yang
mempunyai keuntungan dalam efesiensi
penggunaan saluran secara lebih baik. Statistical TDM dikenal juga
sebagai asynchronous TDM dan intelligent TDM, sebagai alternatif synchronous
TDM
Efisiensi penggunaan saluran secara lebih baik
dibandingkan FDM dan TDM.Memberikan
kanal hanya pada terminal yang membutuhkannya dan memanfaatkan sifat lalu
lintas yang mengikuti karakteristik statistic. STDM dapat mengidentifikasi terminal mana yang
mengganggur / terminal mana yang membutuhkan transmisi dan mengalokasikan waktu
pada jalur yang dibutuhkannya. Untuk input, fungsi multiplexer ini untuk
men-scan buffer-buffer input, mengumpulkan data sampai penuh, dan kemudian
mengirim frame tersebut. Dan untuk output, multiplexer menerima suatu frame dan
mendistribusikan slot-slot data ke buffer output tertentu.
Jenis-jenis MUX
1. Mux
inversi, dilengkapi path
data antara komputer dan mengambil jalur berkecepatan tinggi dan memisahkan
menjadi beberapa jalur yang berkecepatan rendah yang akan dikombinasikan dengan
mux inversi lain yang telah tersambung dengan komputer lain.
2. Mux
T-1, Mux khusus
yang dikombinasikan dengan unit pelayanan data berkapasitas tinggi yang mengoperasi-kan
ujung sambungan mux T-1 (sambungan komunikasi yang bertransmisi pada 1,544 juta
bps yang dibagi menjadi sirkuit tingkat suara 24, 48, 96.
3. Mux
multiport,mengkombinasikan
modem dan peralatan mux divisi waktu menjadi peralatan tunggal. Jalur input
modem mempunyai kecepatan transmisi beraneka ragam.
4. Mux
Fiber Optik,berorientasi
pada beberapa chanel data dimana tiap channel bertransmisi pada 64000 bps per
channel dan melakukan multiplex pada channel menjadi 14 juta bps pada jalur
fiber optik.
KONSENTRATOR / PENGUMPUL
Konsentrator Merupakan antarmuka antara sejumlah terminal dengan
saluran ke komputer pusat.Digunakan sebagai pengganti/ bersama dengan mux.
Seperti mux, tapi pada mux, data yang diterima segera diteruskan ke
tujuan. Konsentrator akan mengumpulkan semua data yang diterimanya sampai batas
waktu tertentu dan kemudian baru disalurkan secara bersamaan ke tujuan.
Sering mempunyai prosesor dan memori sendiri sehingga
membebaskan komputer utama dari masalah komunikasi data dan melakukan
pemeriksaan data yang diterima / dikirim dan bila perlu melakukan koreksi
TUGAS KONSENTRATOR
1. Line
servicing,membentuk
hubungan, identifikasi terminal, menentukan kecepatan dan pelayanan yang
dibutuhkan dan polling.
2. Konversi
kecepatan dan kode,
dapat melacak sinyal masuk dan mengetahui kecepatannya, dan kecepatan / kode
akan dikonversi sesuai dengan kebutuhan.
3. Meratakan
traffic, menggunakan
saluran secara efisien. Contohnya tiap terminal dapat mengirimkan datanya
walaupun pihak yang dituju masih sibuk. Data yang dikirimkan akan disimpan
untuk sementara waktu dan dikirimkan ke tujuan bilamana tempat yang dituju
bebas.
4. Error
control, data yang masuk
diperiksa keandalannya dan memberikan kode untuk pengiriman data ke komputer
pusat. Dan dapat melayani permintaan pengulangan pengiriman data karena terjadi
kesalahan.Memungkinkan ekspansi sistem tanpa perlu mengganggu pusat.Dapat
mengganti jenis terminal dengan yang lebih effisien tanpa modifikasi pada
pusat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cari aje!
Popular Posts
-
X.25 Salah satustandar protocol yang paling banyakdipergunakanadalah X.25, yang barudisetujuipadatahun 1976 telahmengalamibeberapa ...
0 komentar:
Posting Komentar